Jumat, 26 Juni 2026

Aplikasi ABSENSI dan Administrasi 2026 /2027


Administrasi diartikan sebagai kegiatan penyusunan dan pencatatan data serta informasi (drafting and recording data + information) secara sistematis yang bertujuan menyediakan keterangan serta memudahkan memperoleh kembali secara keseluruhan dan dalam satu hubungan satu sama lain

Berkaitan dengan hal tersebut, Administrasi Guru merupakan salah satu hal yang terpenting dalam kegiatan proses belajar mengajar. Administrasi ini berfungsi untuk menyediakan informasi detail terkait pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas, menyediakan catatan keterangan kejadian yang terjadi dikelas, serta mempermudah guru dalam memberikan informasi terkait siswa dikelas. Dan untuk memberikan gambaran detail mengenai siswa diperlukan perangkat administrasi yang jumlahnya lebih dari satu, dan bagi seorang guru, tentunya ini memerlukan banyak waktu untuk membuat dokumen tersebut secara keseluruhan dari awal.
Guna mengatasi hal tersebut, kami berusaha berbagi informasi terkait contoh adminstrasi dan dokumen untuk guru jenjang sekolah dasar. Aplikasi ini sangat mudah dalam penggunaan, karena hanya tinggal memasukan nomor urut absen untuk semua aplikasi, termasuk aplikasi untuk merekap usia siswa, data mutasi, piagam dan lain2. Aplikasi ini mungkin tidak sempurna bahkan bnyk kekurangan, tapi mudah mudahan dapat bermanfaat bagi ibu bapak guru, minimal sebagai pembanding atau contoh.dalam membuat adminitrasi.

CONTOH FORMAT ABSENSI DAN
ADMINISTRASI GURU SEDERHANA
Sedikit petunjuk penggunaan aplikasi ini :
Setelah mengisi data guru dan daftar kelas dengan lengkap, maka hanya

Memasukan nomor urut / nomor absen disetiap Aplikasi.

Berikut sebagian foto / screenshoot contoh lembar aplikasi :

DATA USIA & ORANG TUA

Untuk para guru yang mmembutuhkan data usia anak perbulan berdasarkan jenis kelamin, di aplikasi disediakan secara otomatis dengan sederhana, beserta rekap data wali murid, Jadi para ibu / bp guru tidak perlu lagi repot menghitung usia siswa di setiap bulannya.


STRUKTUR ORGANISASI KELAS




DAFTAR KELOMPOK


PIKET


Aplikasi ini juga sudah dilengkapi :
  1. Prosentase Absensi Perbulan
  2. Hari Efektif
  3. Kalender Pendidikan
    Yang secara Otomatis ada rekapitulasinya setelah Absensi di isi disetiap bulannya.


    Aplikasi Administrasi dan aplikasi lainnya di blog ini tidak menggunakan MACRO maupun VBE, Karena selain tidak ada urgensinya, juga akan lebih ringan dan praktis dalam penggunaannya

    Untuk lebih lengkapnya silahkan unduh file nya dengan MENDOWNLOAD DI SINI
                                         
    ( segera konfirmasi jika ada kendala / kekurangan di aplikasi, agar bisa segera diatasi, ).

    -------------------------


    Terima kasih Untuk dukungan dari Bapak Ian yang ikut memberi masukan positifnya. :)

    "Mari tingkatkan SDM guru demi pendidikan Indonesia lebih maju" He said


    Semoga bermanfaat.



    Kamis, 25 Juni 2026

    DAFTAR PENILAIAN 2026 / 2027

    Selamat tahun ajaran baru 2026 /2027, semoga di tahun ajaran baru ini semangat guru dalam mengajar dan siswa dalam belajarnya dapat meningkat lebih baik lagi agar terbentuk pendidikan berkualitas di Indonesia.







    Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan, keselamatan, rezeki yang barokah oleh Allah SWT …amin.

    Pada artikel ini kami akan memberikan contoh format sangat sederhana DAFTAR NILAI siswa di sekolah otamatis menggunakan rumus microsoft excel, semoga format ini bisa membantu guru-guru disekolah untuk memudahkan proses rekapitulasi Penilaian selama proses pembelajaran baik tahun ajaran 2026 / 2027 bahkan seterusnya.

    Silahkan langsung di DOWNLOAD filenya Di Sini

    Semoga bermanfaat.

    RAPOR STS TERBARU 2026 /2027

    Yang Akan kami share kali ini bukan aplikasi rapor STS baru, hanya revisi sedikit dari aplikasi rapor PTS yang lama,,
    Karena Sebenarnya aplikasi ini sudah sangat lama dibuat, Amat sayang jika dibuang hehe...













    Silahkan download filenya....
    Rapor STS Kelas 1 dan 2

    DOWNLOAD 


    Rapor STS Kelas 3, 4, 5 dan 6
    DOWNLOAD


     Semoga bermanfaat..

    Senin, 11 November 2019

    TEORI KONSTRUKTIVISME

    Kali ini saya akan membahas bagaimana pentingnya salah satu teori belajar untuk mendongkrak kemampuan matematik logik siswa dalam pengaruhnya dipembelajaran. ya salahsatu teori belajar tersebut adalah teori belajar Kontruktivisme. teori ini sendiri dikembangkan oleh vygotsky. Teori konstruktivisme sendiri adalah salah satu dari banyak teori belajar yang telah didesain dalam pelaksanaan pembelajaran termasuk turut serta dalam pengembangan kurikulum berkharakter yang kini menjadi tren di topik pendidikan Indonesia saat ini.
    Seperti yang kita ketahui bahwa teori belajar dibagi 5 yaitu Teori belajar Kognitif, Teori belajar Behavioristik, Teori belajar Gestalt, Teori belajar Humanstik dan  Teori belajar Konstruktivistik

    Pada dasarnya teori konstruktivisme sebetulnya mempunyai dua aliran yaitu:
    1. Aliran pertama “Kontruktivisme psikologi/radikal” yang lebih bersifat personal, individual dan subjektif , teori ini di bangun oleh Jean Piaget dan pengikutnya. menurut Rosalind Charlesworth 1996 beliau mengatakan
    “Piaget placed an emphasis on childeren as intellectual explorers making their own discoveries and contructing knowledge indenpendently”
    piaget mengemukakan bahwa pengetahuan tidak diperoleh secara pasif oleh seseorang, melainkan melalui tindakan (hamzah;2001). bahkan piaget menambahkan bahwa manusia mempunyai struktur yang disebut skema atau skemata yang sering disebut dengan struktur kognitif. dengan menggunakan skemata itu seseorang mengadaptasi dan mengkoordinasi lingkungannya sehingga terbentuk skemata yang baru, yaitu melalui proses asimilasi dan akomodasi (nik aziz, 1999; rusdy, 2001).
    Lalu apakah Asimilasi, asimilasi adalah proses kognitif dimana seseorang dapat mengintergarsikan informasi (perspsi, konsep dan sebagainya) atau pengalaman baru kedala struktur kognitif (skemata) yang sudah dimiliki seseorang.  contohnya seorang anak yang sudah hafal perkalian ketika mendapatkan sebuah rumus volume balok yaitu V=p x l x t tidak mendapat masalah dalam hal mengkalikan 3 angka sekaligus.
    Sedangkan akomodasi yaitu proses mental dimana proses penstruktur skemata yang sudah ada sebagai akibat adanya informasi dan pengalaman baru yang tidak dapat secara langsung diasimilasikan pada skemata tersebut. (hamzah, 2001). Saya menyebutnya kendala dalam belajar yang berbeda-beda dari siswa. faktor usia, genetis dan kekurangan minat belajar ada dalam ranah ini.
    2. Aliran kedua “Kontruktivisme Sosial” . Aliran ini bersifat sosial dan dipelopori oleh Lev Vygotsky. beliau menekankan bahwa interaksi interpersonal membantu memperkembangkan pengetahuan individu. teori inilah yang menjadi dasar pembelajaran rekan sebaya atau setutor. Bagi vygotsky perkembangan kognitif ini bermakna menyelesaikan masalah dengan kerjasama individu yang lain. (Rosalind Charlesworth, 1996).
    Prinsip Asas Kontruktivisme
    Dalam buku kontruktivisme pengajaran dan pembelajaran matematik dikatakan bahwa teori belajar Kontruktivisme mempunyai dua prinsip asas yang mempengaruhi corak pelaksanaan pendidikan matematik di sekolah-sekolah yaitu:
    1. Pengetahuan bukannya diterima secara pasif tetapi dibina secara aktif oleh pihak yang belajar
    2. Fungsi kognisi adalah untuk menyesuaikan dan memberi khidmat mengorganisasi dunia pengalaman, dan bukannya melakukan penemuan realiti ontologi (keberadaan sesuatu yang kongkret).
    Terlihat sangat dramatis memang, tetapi inilah yang memang diharuskan. Menurut Ng Kim Choy, 1999 guru seharusnya melakukan strukturisasi pelajaran dengan mencabar pelajar dan membantu pelajar menyadari kerelevan kurikulum pada kehidupan mereka. Mungkin hal inilah yang menjadi pemicu kurikulum berkharakter dengan memposisikan pelajaran sesuai dengan kaidahnya.
    Dalam paradigma kontruktivisme, murid seharusnya menganggap peranan guru sebagai salah satu sumber pengetahuan dan guru bukan orang yang tahu segala-galanya, tetapi guru seharusnya menjadi fasilitator dan pembimbing bagi murid.
    Ciri-ciri pembelajaran berdasarkan teori belajar kontruktivisme melalui empat tahap (hamzah, 2001):
    1. Tahap persepsi dimana guru harus mampu mengembangkan konsep awal dan membangkitkan motivasi belajar siswa
    2. Tahap eksplorasi. pelajar diberi kesempatan untuk menyelidiki dan menemukan konsep melalui pengumpulan , pengorganisasian dan pengintreprestasian data dalam suatu aktifiti yang idenya berasal dari guru
    3. Tahap perbincangan dan penjelasan konsep. disini pelajar memikirkan penjelasan dan menyelesaikan yang didasarkan pada hasil pemerhatian dengan bimbingan guru sehingga pelajar dapat membangun pemahaman baru tentang konsep yang sedang dipelajari
    4. Tahap pengembangan dan aplikasi konsep. Disini guru membimbing pelajar membuat rfeleksi dan perbandingan ide lama dan ide baru sehingga dapat membuat pelajar mengaplikasikan pemahamam konseptual baik melalui kegiatan atau yang lainnya.
    soal kontr
     Insya Allah bermanfaat.
    Sumber : 
    https://bangfajars.wordpress.com/2012/12/04/teori-belajar-konstruktivisme-dalam-pembelajaran/
    Efandi zakaria,Norazah moh nurdin dan  Sabri ahmad ; kontruktivisme pengajaran dan pembelajaran matematik,  Utusan publication & distributors SDN BHD

    Rabu, 02 Oktober 2019

    TEORI BELAJAR HUMANISTIK

    1.     Konsep Dasar Teori Belajar Humanistik
    Teori humanistik diterapkan dalam pembelajaran dan menekankan kognitif dan memengaruhi proses.
    Teori humanistik membahas kemampuan dan potensi orang-orang saat mereka memilih dan mencari kontrol atas hidup mereka.
    Tujuan belajar dari teori humanistik adalah “memanusiakan manusia” agar mampu mengaktualisasikan diri dalam hidup dan penghidupannya.
    Belajar berorientasi pada siswa, dan siswa memilki kebebasan untuk mengungkapkan pendapat dan menentukan pilihannya. Pendidikan yang efektif adalah pendidikan yang mengedepankan minta siswa dan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan siswa.
    Menurut teori humanistik ini, belajar dianggap berhasil jika siswa mampu memahami dirinya sendiri dan lingkungannya.
    Ahli teori humanistik membuat asumsi-asumsi tertentu (Schunk, et al., 2008). Asumsi pertama yaitu bahwa penelitian terhadap seseorang merupakan holistic: untuk memahami orang, kita harus mempelajari perilakunya, pikiran, dan perasaan mereka (Weiner, 1992).
    Asumsi kedua ialah bahwa pilihan manusia, kreativitas, dan aktualisasi diri merupakan area penting untuk diteliti (Weiner, 1992).




    2.     Karakteristik Teori Belajar Humanistik
    1.      Mementingkan manusia sebagai pribadi
    Karena menurut pandangan teori humanistik ini, belajar berorientasi pada siswa.
    2.      Mementingkan kebulatan pribadi
    Maksudnya adalah mementingkan keseluruhan, kesepakatan yang utuh dalam diri pribadi siswa, atau dengan kata lain, mementingkan minat siswa dalam hal belajar, memerhatikan potensi yang dimilki oleh siswa.
    3.      Mementingkan peranan kognitif dan afektif
    4.      Mengutamakan terjadinya aktualisasi diri dan self concept
    Karena tujuan dari teori belajar humanistik ini adalah menjadikan manusia seutuhnya, manusia yang ideal, yang dicita-citakan.
    5.      Mementingkan persepsual subjektif yang dimiliki tiap individu
    Maksudnya adalah mementingkan dan memahami potensi yang dimilki oleh setiap individu.
    6.      Mementingkan kemampuan menentukan bentuk tingkah laku sendiri
    7.      Mengutamakan insight (pengetahuan/pemahaman)

    3.     Tokoh-Tokoh Teori Belajar Humanistik
    1.      Abraham Maslow
    Teori Maslow yang menekankan pada motivasi untuk mengembangkan potensi seseorang secara penuh.
    Teori Maslow didasarkan pada asumsi bahwa di dalam diri individu ada dua hal :
    1)      Suatu usaha yang positif untuk berkembang
    2)      Kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan
    Kebanyakan tindakan manusia menampilkan usaha untuk memuaskan kebutuhan. Kebutuhan bersifat hierarki.
    Faktor-faktor yang memengaruhi adanya perbedaan tingkat kebutuhan itu antara lain latar belakang pendidikan, tinggi rendahnya kedudukan, pengalaman masa lampau, pandangan atau falsafah hidup, cta-cita dan harapan masa depan, dari tiap individu.
    Kebutuhan di tingkat yang lebih rendah harus dipuaskan secara cukup sebelum kebutuhan di urutan yang lebih tinggi bias memengaruhi perilaku.
    2.      Carl Ransom Rogers
    Teori Rogers membahas pembelajaran dan pengajaran.
    Rogers (1969) meyakini bahwa orang-orang memiliki potensi alamiah untuk belajar dan mau belajar.
    Rogers dan Pendidikan. Rogers membahas pendidikan dalam bukunya Freedom to Learn. Pembelajaran yang bermakna dialami memilki kaitan dengan keutuhan seseorang, memilki keterlibatan personal (melibatkan kognisi dan perasaan pembelajar), diawali oleh diri sendiri (dorongan untuk belajar berasal dari dalam diri, meresap (memengaruhi perilaku, sikap, dan kepribadian pembelajar), dan dievaluasi oleh siswa.
    Pembelajaran yang penuh makna berbeda dengan pembelajaran tanpa makna, yang tidak membuat siswa menyatu dengan pembelajarannya.
    Kebutuhan individu ada 4, yaitu :
    1)      Pemeliharaan
    2)      Peningkatan diri
    3)      Penghargaan positif (positive regard)
    4)      Penghargaan diri yang positif (positive self regard)
    3.      Arthur Combs
    Belajar terjadi bila mempunyai arti bagi individu. Guru tidak bias memaksakan materi yang tidak disukai atau tidak relevan dengan kehidupan mereka.
    Bersama dengan Donald Syngg (1904-1967), mereka mencurahkan banyak perhatian pada dunia pendidikan. Meaning (maka atau arti) dalah konsep dasar yang sering digunakan. Untuk dapat mengerti tingkah laku manusia, yang penting adalah mengerti bagaimana duni ini dilihat dari sudut pandangnya. Pandangan ini adalah salah satu dari pandangannya.
    4.      Kolb
    4        Tahap Belajar :
    1)  Tahap pengalaman kongkrit : Seseorang mampu atau dapat mengalami suatu peristiwa atau suatu kejadian sebagaimana adanya.
    2)  Tahap pengalaman aktif dan reflektif : Seseorang makin lama akan semakin mampu melakukan observasi secara aktif terhadap peristiwa yang dialaminya.
    3) Tahap konseptualisasi : Seseorang sudah mulai berupaya untuk membuat abstraksi, mengembangkan suatu teori, konsep, atau hukum dan prosedur tentang sessuatu yang menjadi objek perhatiannya.
    4)      Tahap eksperimentasi aktif : Melakukan eksperimentasi secara aktif
    5.      Honey dan Mumford
    4 Golongan orang belajar :
    1)  Kelompok aktivis : mereka yang senang melibatkan diri dan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan dengan tujuanuntuk memperoleh pengalaman-pengalaman baru.
    2)  Golongan Reflektor : Mempunyai kecendrungan yang berlawanan dengan mereka yang termasuk kelompok aktivis.
    3)  Kelompok Teoritis : Mereka memilki kecendrungan yang sangat kritis, suka menganalisis, selalu berpikir rasional dengan menggunakan penalarannya.
    4)      Golongan Pragmatis : Mereka memiliki sifat-sifat praktis, tidak suka berpanjang lebar dengan teori-teori, konsep-konsep, dalil-dalil, dan sebagainya.
    6.      Habermas
    Belajar akan terjadi jika adanya interaksi antara individu dengan lingkungannya.
    3 Tipe Belajar :
    1)  Belajar Teknis (technical learning) : Belajar teknis adalah belajar bagaimana seseorang dapat berinteraksi dengan lingkungan alamnya secara benar.
    2)   Belajar Praktis (practical learning) : Belajar praktis adalah belajar bagaimana seseorang dapat berinteraksi dengan lingkungan sosialnya, yaitu dengan orang-orang di sekelilinnya dengan baik.
    3)   Belajar Emansipatoris menekankan upaya agar seseorang mencapai suatu pemahaman dan kesadaran yang tinggi akan terjadinya perubahan atau informasi budaya dalam lingkungan sosialnya.
    7.      Bloom dan Krathwohl
    3 Kawasan yang mungkin dipelajari :
    1)      Kognitif : Pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, evaluasi.
    2)      Psikomotor : Peniruan, penggunaan, ketepatan, perangkaian, naturalisasi.
    3)      Afektif : Pengenalan, merespon, penghargaan, pengorganisasian, pengalaman.

    4.     Prinsip-Prinsip Teori Belajar Humanistik
    1.      Manusia memilki kemapuan alami untuk belajar
    2.   Belajar menjadi signifikan apabila apa yang dipelajari memiliki relevansi dengan keperluan mereka
    3.      Belajar yang menyangkut perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya
    4.    Tujuan belajar dapat lebih diterima dan diasimilasisakan apabila ancaman dari luar itu semakin kecil
    5.      Bila ancaman itu rendah terdapat pengalaman siswa dalam meperoleh cara
    6.      Belajar yang bermakna diperoleh jika siswa
    7.      Belajar lancar jika siswa dilibatkan dalam proses belajar
    8.      Belajar yang melibatkan siswa seutuhnya dapat memberi hasil yang mendalam
    9.      Kepercayaan pada diri siswa ditumbuhkan dengan membiasakan untuk mawas dirimu
    10.  Belajar sosial adalah belajar mengenal proses belajar.

    5.     Implementasi Teori Belajar Humanistik
    Guru sebagai fasilitator :
    ü  Memberi perhatian dan motivasi
    ü  Membantu untuk memperoleh dan memperjeas tujuan-tujuan perorangan di dalam kelas dan juga tujuan-tujuan kelompok yang bersifat umum
    ü  Memahami karakteristik siswa
    ü  Mengatur dan menyediakan sumber-sumber untuk belajar
    ü  Dapat menyesuaikan dirinya bersama siswanya
    ü  Berbaur dengan siswanya, berkomunikasi dengan sangat baik kepada siswanya
    ü  Dapat memahami dirinya agar dapat memahami diri sendiri.
    Implementasi terhadap Pembelajaran :
    a.       Siswa didorong untuk bebas mengemukakan pendapat.
    b.      Guru menerima siswa apa adanya
    c.       Evaluasi didirikan secara individual berdasarkan perolehan prestasi siswa

    6.     Kelebihan dan Kekurangan Teori Belajar Humanistik
    1)      Kelebihan :
    ·   Bersifat pembentukan kepribadian, hati nurani, perubahan sikap, analisis terhadap fenomena sosial
    ·         Siswa merasa senang, berinisiatif dalam belajar
    ·         Guru menerima siswa apaadanya, memahami jalan pikiran siswa
    ·         Siswa mempunya banyak pengalaman yang berarti
    ·     Menjadikan siswa lebih kreatif dan mandiri, membantu siswa memahami bahan belajar lebih mudah
    ·         Indikator dari keberhasilan aplikasi ini adalah siswa merasa senang dan bergairah
    ·         Terjadinya perubahan pola piker
    ·     Siswa diharpakan menjadi manusia yang bebas, berani, tidak terikat oleh pendapat orang lain dan mengatur pribadinya sendiri secara tanggung jawab tanpa mengurangi hak-hak orang-orang lain atau melanggar aturan, norma, disiplin, atau etika yang berlaku
    ·   Siswa dituntut untuk berusaha agar lambat laun mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya.

    2)      Kekurangan :
    ·         Bersifat individual
    ·   Proses belajar tidak akan berhasil jika tidak ada motivasi dan lingkungan yang mendukung
    ·         Sulit diterapkan dalam konteks yang lebih praktis
    ·         Siswa kesulitan dalam mengenal diri dan potensi-potensi yang ada pada diri mereka
    ·   Siswa yang tidak mau memahami potensi dirinya akan ketinggalan dalam proses belajar
    ·      Peran guru dalam proses pembentukan dan pendewasan kepribadian siswa menjadi berkurang

    ·       Keberhasilan proses belajar lebih banyak ditentukan oleh siswa itu sendiri.

    Jumat, 06 September 2019

    Macam-macam Teori Belajar

    Dalam psikologi dan pendidikan , pembelajaran secara umum didefinisikan sebagai suatu proses yang menyatukan kognitif, emosional, dan lingkungan pengaruh dan pengalaman untuk memperoleh, meningkatkan, atau membuat perubahan pengetahuan, keterampilan, nilai, dan pandangan dunia (Illeris, 2000; Ormorod, 1995).
    Belajar sebagai suatu proses berfokus pada apa yang terjadi ketika belajar berlangsung. Penjelasan tentang apa yang terjadi merupakan teori-teori belajar. Teori belajar adalah upaya untuk menggambarkan bagaimana orang dan hewan belajar, sehingga membantu kita memahami proses kompleks inheren pembelajaran. (Wikipedia)


    Macam-macam Teori Belajar

    Ada tiga kategori utama atau kerangka filosofis mengenai teori-teori belajar, yaitu: teori belajar behaviorisme, teori belajar kognitivisme, dan  teori belajar konstruktivisme.  Teori belajar behaviorisme hanya berfokus pada aspek objektif diamati pembelajaran. Teori kognitif melihat melampaui perilaku untuk menjelaskan pembelajaran berbasis otak. Dan pandangan konstruktivisme belajar sebagai sebuah proses di mana pelajar aktif membangun atau membangun ide-ide baru atau konsep.
    Teori behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar.
    Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus-responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman.
    2. Teori  Belajar kognitivisme
    Teori belajar kognitif mulai berkembang pada abad terakhir sebagai protes terhadap teori perilaku yang yang telah berkembang sebelumnya. Model kognitif ini memiliki perspektif bahwa para peserta didik memproses infromasi dan pelajaran melalui upayanya mengorganisir, menyimpan, dan kemudian menemukan hubungan antara pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah ada. Model ini menekankan pada bagaimana informasi diproses.
    Peneliti yang mengembangkan teori kognitif  ini adalah Ausubel, Bruner, dan Gagne. Dari ketiga peneliti ini, masing-masing memiliki penekanan yang berbeda. Ausubel menekankan pada apsek pengelolaan (organizer) yang memiliki pengaruh utama terhadap belajar.Bruner bekerja pada pengelompokkan atau penyediaan bentuk konsep sebagai suatu jawaban atas bagaimana peserta didik memperoleh informasi dari lingkungan.

    3. Teori Belajar Konstruktivisme
    Kontruksi berarti bersifat membangun, dalam konteks filsafat pendidikan dapat diartikan Konstruktivisme adalah suatu upaya membangun tata susunan hidup yang berbudaya modern.
    Konstruktivisme merupakan landasan berfikir (filosofi) pembelajaran konstektual yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak sekonyong-konyong.
    Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Manusia harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata.
    Dengan teori konstruktivisme siswa dapat berfikir untuk menyelesaikan masalah, mencari idea dan membuat keputusan. Siswa akan lebih paham karena mereka terlibat langsung dalam mebina pengetahuan baru, mereka akan lebih pahamdan mampu mengapliklasikannya dalam semua situasi. Selian itu siswa terlibat secara langsung dengan aktif, mereka akan ingat lebih lama semua konsep.

    Selasa, 10 Juli 2018

    Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat

    kita sering mendengar atau melihat tentang berbagai peristiwa dan situasi sosial lainnya baik yang terjadi di negara kita tercinta Indonesia dan yang terjadi di negara-negara lainnya, baik negara berkembang atau negara maju, kadang pula kita membandingkan negara kita dengan negara lainnya dari segi sosial, agama, politik, bahkan ada pula yang membandingkan pemimpin negara. Dalam hal-hal tertentu (tidak harus seluruhnya), barangkali tidak ada salahnya kalau kita meniru dan belajar dari mereka agar kita bisa menjadi sejajar dengan mereka , menjadi bangsa yang maju, sejahtera dan terhormat. namun sangatlah tidak bijak jika kita membandingkan hanya karena ada rasa sinisme, rasa ketidak sukaan bahkan rasa antipati dalam berbangsa dan bernegara,
    Untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan suatu negara atau bangsa bukan hanya ditentukan oleh para pemimpinnya yang cerdas, tetapi juga oleh seluruh anggota masyarakatnya yang cerdas. Masyarakat hanya bisa cerdas jika seluruh anggota masyarakat mau belajar! Inilah salah satu kunci utama keberhasilan kenapa sebuah negara atau bangsa bisa maju dan sejahtera.
    Laju kehidupan yang berlangsung saat ini sangat cepat, dinamis dan diwarnai dengan kompetisi yang sangat tajam, sehingga mau tidak mau menuntut setiap orang untuk senantiasa belajar agar dia memiliki kemampuan antisipatif dan adaptif untuk mencegah dan mengatasi berbagai masalah kehidupan yang serba kompleks.
    Belajar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah berusaha memperoleh ilmu. Mendapatkan ilmu, pengetahuan, dan informasi bisa dilakukan oleh setiap orang, baik melalui pendidikan formal, non formal ataupun belajar secara otodidak.

    Hakikat dari pendidikan itu sendiri adalah untuk memanusiakan manusia. Seorang guru memiliki amanah yang besar. Selanjutnya, apabila seorang guru keliru dalam proses pembelajaran di ruang kelas, maka hal tersebut berdampak pula kepada peserta didik, baik itu dampak positif atau negatif.
    Oleh karena itu, tugas seorang guru tidak hanya sekadar menggugurkan kewajibannya sebagai pengajar. Guru tidak boleh hanya sekedar masuk kelas lalu menjelaskan materi sesuai silabus yang telah dibuatnya dan memberikan tugas kepada peserta didik, lalu keluar kelas. Hal itu dilakukan oleh guru secara berulang-ulang di ruang kelas tanpa mementingkan seberapa besar dampak proses pengajaran yang telah diberikan kepada peserta didiknya dan tanpa melihat adanya perubahan ke arah yang lebih baik dari peserta didik.
    Predikat Guru yang sudah terlanjur tersematkan sebagai pahlawan tanda jasa, mestinya harus selalu menjadi cambuk agar guru dapat lebih profesional dalam mengajar, dengan predikat seperti itu guru tidak boleh merasa "cukup" dengan kekurangan yang ada, tidak boleh pula merasa jumawa atau besar kepala dengan ilmu yang telah dimilikinya.

    Mengambil perkataan dari seorang guru, “Sekalipun telah menjadi guru, tetap saja guru adalah pembelajar sepanjang hayat. Maka, tidak ada lagi alasan seorang guru untuk berhenti karena lelah mengeksplorasi diri”. Artinya, seorang guru harus terus belajar mengerahkan segala potensi dan kelebihannya, salah satunya yaitu belajar dan mempelajari seluruh aspek tentang pendidikan, belajar kepada sesama guru, peserta didik, dan kepada semua kalangan. Pada saat ini ada banyak sekali komunitas yang menunjang para guru yang ingin bersama-sama terus belajar mengeksplorasi kemampuannya, salah satunya adalah Komunitas Guru Belajar (KGB) yang berada di Kabupaten Tangerang (Komunitas ini bisa diikuti oleh semua kalangan, baik yang telah menjadi guru, calon guru dan non guru, komunitas ini telah ada di beberapa daerah Indonesia).
    Guru yang berhasil dan sukses dalam mendidik peserta didiknya bukan hanya dilihat dari nilai raport seorang peserta didik, akan tetapi dari karakter, perilaku, sikap dan tingkah laku peserta didik. Hal itu dapat dilakukan oleh seorang guru yang bisa memberikan pengajaran dan pembelajaran yang baik yang sesuai kondisi fisik dan psikis peserta didik. Oleh karena itu, guru harus bisa memberikan proses pengajaran dan pembelajaran yang menarik dan kreatif di ruang kelas untuk peserta didiknya. Mengapa seorang guru harus kreatif? Sebab, di zaman modern seperti ini seorang guru yang kreatif sangat diperlukan dan dibutuhkan agar proses pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik dapat diterima sesuai dengan kondisi atau keadaan peserta didik. Guru yang kreatif adalah yang bisa mengerahkan segala kemampuan yang dimilikinya yang kemudian dapat mengembangkan dan mengeskplorasi kemampuannya tersebut di ruang kelas pada peserta didiknya.
    Guru yang kreatif adalah guru yang memiliki komitmen lebih untuk dirinya agar menjadi pembelajar yang baik dan menantang dirinya agar menjadi pendidik yang baik serta kreatif. Menurut Gia Ghaliyah, ada delapan ciri guru kreatif yaitu:
    pertama, berpikir inovatif dan out of the box,
    kedua, percaya diri dan selalu ingin berkembang,
    ketiga, tidak gaptek (gagap teknologi) dan terus belajar,
    keempat, selalu mencoba hal baru dan tidak gengsi,
    kelima, peka menemukan talenta siswanya
    keenam, pandai memanfaatkan “apa yang ada”,
    ketujuh, mengajar dengan cara menyenangkan,
    kedelapan, tidak berorientasi pada UANG dan STATUS semata.
    Apabila seorang guru memiliki beberapa ciri guru yang kreatif seperti di atas, maka akan dengan mudah dan baik proses pembelajaran yang akan dilakukan di ruang kelas bersama peserta didiknya. Peserta didik yang memiliki ilmu yang baik dan berbudi pekerti yang luhur, bergantung dari siapa dan seperti apa pendidikan yang ia dapatkan.

    Sumber bacaan :
    https://kumparan.com/nia-firdayanti1528078126092/guru-pembelajar-sepanjang-hayat?ref=rel
    https://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/05/16/menuju-masyarakat-belajar/

    Aplikasi ABSENSI dan Administrasi 2026 /2027

    Administrasi diartikan sebagai kegiatan penyusunan dan pencatatan data serta informasi (drafting and recording data + information) secara si...