Rabu, 25 Juli 2018

DAFTAR PENILAIAN 2026 / 2027

Selamat tahun ajaran baru 2026 /2027, semoga di tahun ajaran baru ini semangat guru dalam mengajar dan siswa dalam belajarnya dapat meningkat lebih baik lagi agar terbentuk pendidikan berkualitas di Indonesia.







Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan, keselamatan, rezeki yang barokah oleh Allah SWT …amin.

Pada artikel ini kami akan memberikan contoh format sangat sederhana DAFTAR NILAI siswa di sekolah otamatis menggunakan rumus microsoft excel, semoga format ini bisa membantu guru-guru disekolah untuk memudahkan proses rekapitulasi Penilaian selama proses pembelajaran baik tahun ajaran 2026 / 2027 bahkan seterusnya.

Silahkan langsung di DOWNLOAD filenya Di Sini

Semoga bermanfaat.

Senin, 23 Juli 2018

Aplikasi raport UTS / NPTS kurikulum 2013


Aplikasi raport UTS atau NPTS kurikulum 2013 untuk kelas 1 hingga 6 SD ini bisa menjadi salah satu pilihan pelaporan hasil proses pembelajaran terhadap peserta didik. Tentunya laporan yang diharapkan tidak membingungkan dan mudah dicerna oleh semua kalangan, baik guru, murid serta wali peserta didik.
Sesuai dengan tujuan diadakannya raport sisipan UTS / NPTS sd kurikulum 2013 adalah untuk memberikan informasi hasil belajar siswa kepada orang tua atau wali siswa. Dengan adanya informasi tentang hasl belajar ini, orang tua siswa bisa mengetahui sejauh mana kemampuan dan kelemahan anaknya. Sehingga nantinya bisa dibantu dan dimotivasi untuk memperbaiki diri.
Adapun pada aplikasi raport UTS SD Kurikulum 2013 ini, disajikan secara sederhana. Dengan begitu maka diharapkan orang tua bisa memahami sejauh mana perkembangan peserta didik dalam menerima pelajaran.
Ada 2 Jenis Raport Uts yang akan kami bagikan, pertama raport Uts untuk semua Kompetensi Inti ( KI ) dan yang kedua hanya untuk Penilaian Pengetahuan ( KI. 3 Saja. 

Laporan penilaian akademik ini diharapkan mampu memberikan dampak kepada perkembangan peserta didik. Orang tua selalu yang memiliki tugas utama dalam pendidikan di rumah bisa mengetahui kondisi putra putrinya di sekolah.
Adapun untuk mengisi contoh raport mid semester kurikulum 2013 ini tentunya sangat sederhana dan mudah.


Untuk mendownload contoh aplikasi raport sisipan sd kurikulum 2013 bisa langsung diklik Unduh pada tulisan di bawah ini. Sangat mudah dan tidak ribet.

Raport UTS Kelas 1,2,3 Untuk Penilaian Pengetahuan Saja DOWNLOAD

raport UTS Kelas 4,5,6 Untuk Penilaian Pengetahuan Saja  DOWNLOAD


Raport UTS Kelas 1,2,3  ( Semua Kompetensi Inti )DOWNLOAD

Raport UTS Kelas 4,5,6  ( Semua Kompetensi Inti ) DOWNLOAD



Jumat, 20 Juli 2018

MEME KURTILAS

Sudah tahukan arti meme ? 
yup meme dibaca Mim adalah ungkapan perasaan seseorang yang didigitalkan lalu di shared ke dunia maya, makanya banyak kini gambar Meme yg ngehits seiring masalah sosial…




Tidak terkecuali dalam dunia pendidikan apalagi kurikulum 2013, berikut ini akan saya upload beberapa meme lucu tentang pendidikan kita dan kurikulum 2013, sekalian saya kasih komentar dikit lah gan…. selamat meyimak.. :) :)


Bisa jadi…lha wong raportnya jadi skala 4…dan jadi simbol A s.d D jadi gak ada kata merah….dan dah begitu tidak ada kata peringkat kelas…asiik…


Bener tong…ane aje puyeng. penilaian lah K1,K2, k3  dan K4 …belum lagi nanti ada K9 … hihihi....

Mereka bilang dengan adanya K13 ini siswa akan ringan bawa bukunya tetapi nyatanya sama saja kok, buku tulisnya malah yg sekarang banyak. dah gitu bukunya pertema dan isinya cuma kaya orang main2 mulu. kapan belajarnya
Mau direvisi kek…tetap aja agak menyulitkan.. Perbanyak Workshop dan pembekalan dong pak.. 


Betul Pak anies,, sy setuju... :)


:) :) :)

Kamis, 19 Juli 2018

DAFTAR NILAI KURTILAS

Yang Akan kami share kali ini sebenarnya bukan Aplikasi penilaian sebenarnya tapi hanya Daftar nilai yang sangat sederhana agar dapat membantu para guru yang masih menggunakan penilaian manual dapat mencetak dan memakainya untuk penilaian manual.
Sebenarnya aplikasi ini sudah sangat lama dibuat, Amat sayang jika dibuang hehe...











Silahkan download filenya....

Daftar nilai 123 DOWNLOAD

Daftar nilai 456 DOWNLOAD


Semoga bermanfaat..

Senin, 16 Juli 2018

PENILAIAN KETERAMPILAN KURIKULUM 2013


1. Pengertian Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan adalah penilaian yang dilakukan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan dalam melakukan tugas tertentu di berbagai macam konteks sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi.
Penilaian keterampilan dapat dilakukan dengan berbagai teknik, antara lain penilaian praktik, penilaian produk, penilaian proyek, dan penilaian portofolio. Teknik penilaian keterampilan yang digunakan dipilih sesuai dengan karakteristik KD pada KI-4.


2. Teknik Penilaian Keterampilan
Teknik penilaian keterampilan dapat digambarkan pada skema berikut.

Berikut ini adalah uraian singkat mengenai teknik-teknik penilaian keterampilan tersebut.
a. Penilaian Praktik
Penilaian praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas sesuai dengan tuntutan kompetensi. Dengan demikian, aspek yang dinilai dalam penilaian praktik adalah kualitas proses mengerjakan/melakukan suatu tugas.
Penilaian praktik bertujuan untuk dapat menilai kemampuan siswa dalam mendemonstrasikan keterampilannya dalam melakukan suatu kegiatan. Penilaian praktik lebih otentik daripada penilaian paper and pencil karena bentuk-bentuk tugasnya lebih mencerminkan kemampuan yang diperlukan dalam praktik kehidupan sehari-hari.
Contoh penilaian praktik adalah membaca karya sastra, membacakan pidato (reading aloud dalam mata pelajaran bahasa Inggris), menggunakan peralatan laboratorium sesuai keperluan, memainkan alat musik, bermain bola, bermain tenis, berenang, menyanyi, menari, dan sebagainya.
 
b. Penilaian Produk
Penilaian produk adalah penilaian terhadap keterampilan peserta didik dalam mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki ke dalam wujud produk dalam waktu tertentu sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan baik dari segi proses maupun hasil akhir. Penilaian produk dilakukan terhadap kualitas suatu produk yang dihasilkan.
Penilaian produk bertujuan untuk (1) menilai keterampilan siswa dalam membuat produk tertentu sehubungan dengan pencapaian tujuan pembelajaran di kelas; (2) menilai penguasaan keterampilan sebagai syarat untuk mempelajari keterampilan berikutnya; dan (3) menilai kemampuan siswa dalam bereksplorasi dan mengembangkan gagasan dalam mendesain dan menunjukkan inovasi dan kreasi.
Contoh penilaian produk adalah membuat kerajinan, membuat karya sastra, membuat laporan percobaan, menciptakan tarian, membuat lukisan, mengaransemen musik, membuat naskah drama, dan sebagainya.
 
c. Penilaian Projek
Penilaian projek adalah suatu kegiatan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mengaplikasikan pengetahuannya melalui penyelesaian suatu instrumen projek dalam periode/waktu tertentu. Penilaian projek dapat dilakukan untuk mengukur satu atau beberapa KD dalam satu atau beberapa mata pelajaran. Instrumen tersebut berupa rangkaian kegiatan mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian data, pengolahan dan penyajian data, serta pelaporan.
Penilaian projek bertujuan untuk mengembangkan dan memonitor keterampilan siswa dalam merencanakan, menyelidiki dan menganalisis projek. Dalam konteks ini siswa dapat menunjukkan pengalaman dan pengetahuan mereka tentang suatu topik, memformulasikan pertanyaan dan menyelidiki topik tersebut melalui bacaan, wisata dan wawancara. Kegiatan mereka kemudian dapat digunakan untuk menilai kemampuannya dalam bekerja independen atau kelompok. Produk suatu projek dapat digunakan untuk menilai kemampuan siswa dalam mengomunikasikan temuan-temuan mereka dengan bentuk yang tepat, misalnya presentasi hasil melalui visua displayl atau laporan tertulis.
Contoh penilaian projek adalah melakukan investigasi terhadap jenis keanekaragaman hayati Indonesia, membuat makanan dan minuman dari buah segar, membuat gerak tari berdasarkan level dan pola latih sesuai iringan, mencipta rangkaian gerak senam berirama, dan sebagainya.
 
d. Penilaian Portofolio
Penilaian portofolio merupakan teknik untuk melakukan penilaian terhadap aspek keterampilan. Dalam panduan ini portofolio merupakan kumpulan sampel karya terbaik dari KD – KD pada KI-4. Sampel tersebut pada dasarnya dikumpulkan dari produk yang dihasilkan dari penilaian dengan teknik projek maupun produk. Portofolio digunakan sebagai salah satu data penulisan deskripsi pencapaian keterampilan.
 
3. Tahap - Tahap Penilaian Keterampilan
Penilaian aspek keterampilan dilakukan melalui tahapan (1) perencanaan penilaian; (2) penyusunan instrumen penilaian; (3) pelaksanaan penilaian; (4) pemanfaatan hasil penilaian; dan (5) pelaporan hasil penilaian dalam bentuk angka dengan skala 0-100 dan didukung dari deskripsi yang diperoleh dari hasil portofolio.
 
a. Perencanaan Penilaian
1) Perencanaan Penilaian Praktik
a) Langkah-langkah perencanaan penilaian praktik
Perencanaan penilaian praktik meliputi langkah-langkah sebagai berikut:
Menentukan kompetensi yang penting untuk dinilai melalui penilaian praktik, dalam hal ini adalah KD dari KI 4
Menyusun indikator hasil belajar berdasarkan kompetensi yang akan dinilai
Menyusun kriteria ke dalam rubrik penilaian
Menyusun tugas sesuai rubrik penilaian
Mengujicobakan tugas
Menyusun kriteria/batas kelulusan/batas standar minimal capaian kompetensi siswa
Langkah-langkah tersebut di atas dapat digunakan untuk merencanakan penilaian keterampilan dengan mengggunakan produk dan projek.
b) Penyusunan kisi-kisi
Berikut adalah contoh kisi-kisi penilaian praktik (Tabel 2.14), soal/instrumen, pedoman penskoran (Tabel 2.15), dan rubrik penilaian praktik (Tabel 2.16).

 c) Penyusunan Instrumen
Instrumen yang digunakan dalam penilaian praktik harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu.
 
§ Kriteria tugas
mengarahkan siswa untuk menunjukkan capaian hasil belajar;
dapat dikerjakan oleh siswa;
mencantumkan waktu/kurun waktu pengerjaan tugas;
sesuai dengan taraf perkembangan siswa;
sesuai dengan konten/cakupan kurikulum; dan
bersifat adil (tidak bias gender dan sosial ekonomi).
§ Kriteria Lembar Pengamatan
Langkah-langkah praktik yang diharapkan dilakukan siswa untuk menunjukkan praktik suatu kompetensi harus jelas.
Aspek yang dinilai dalam praktik tersebut lengkap dan tepat.
Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan dalam menyelesaikan praktik harus nampak.
Kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak sehingga semua dapat diamati.
Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan pengamatan.


§ Kriteria Rubrik
Memuat seperangkat indikator untuk menilai kompetensi tertentu;
Memiliki indikator yang diurutkan berdasarkan urutan langkah kerja pada instrumen atau sistematika pada hasil kerja siswa;
Dapat mengukur kemampuan yang diukur (valid);
Dapat digunakan untuk menilai kemampuan siswa;
Dapat memetakan kemampuan siswa; dan
Disertai dengan penskoran yang jelas. 
Berikut adalah contoh instrumen penilaian praktik.



2) Perencanaan Penilaian Produk
a) Langkah-langkah merencanakan penilaian produk
Menentukan kompetensi yang sesuai untuk dinilai dengan penilaian produk dalam hal ini adalah KD dari KI 4
Menyusun indikator proses dan hasil belajar sesuai kompetensi
Merencanakan apakah tugas produk yang dihasilkan bersifat individu atau kelompok
Merencanakan teknik-teknik dalam penilaian individual untuk tugas yang dikerjakan secara kelompok
Menyusun instrumen dan rubrik penilaian
Menyusun kriteria/batas kelulusan/batas standar minimal capaian kompetensi siswa

b) Penyusunan kisi-kisi

c. Penyusunan Instrumen
Instrumen yang digunakan dalam penilaian produk harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu.
§ Kriteria Tugas
- Mengarah pada pencapaian indikator hasil belajar;
- Dapat dikerjakan oleh siswa;
- Dapat dikerjakan selama proses pembelajaran atau merupakan; bagian dari pembelajaran mandiri;
- Sesuai dengan taraf perkembangan siswa;
- Memuat materi yang sesuai dengan cakupan kurikulum;
- Bersifat adil (tidak bias gender dan latar belakang sosial ekonomi); dan
- Mencantumkan rentang waktu pengerjaan tugas.
§ Kriteria Lembar Penilaian Produk
- Kemampuan pengelolaan, yaitu kemampuan siswa dalam memilih tema, mencari informasi dan menyelesaikan produk
- Relevansi, yaitu kesesuaian dengan mata pelajaran dan tema, dengan mempertimbangkan aspek pengetahuan dan keterampilan dalam pembelajaran
- Keaslian, yaitu produk yang dihasilkan siswa harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap penyelesaian produk yang dihasilkan siswa
- Kelengkapan dan ketepatan aspek yang dinilai dalam produk, yaitu kesesuaian tema, kreasi dan inovasi, kualitas produk, dan tampilan
§ Kriteria Rubrik
- Dapat mengukur target kemampuan yang akan diukur (valid);
- Sesuai dengan indikator;
- Memiliki indikator yang menunjukkan kemampuan yang dapat diamati;
- Memiliki indikator yang menunjukkan kemampuan yang dapat diukur;
- Dapat memetakan kemampuan siswa; dan
- Rubrik menilai aspek-aspek penting pada produk yang dihasilkan.
Penilaian produk dilakukan terhadap produk yang dihasilkan peserta didik berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Berikut adalah contoh instrumen penilaian produk (Mata Pelajaran Prakarya dengan Aspek Pengolahan) 

3) Perencanaan Penilaian Projek
 
a) Langkah-langkah merencanakan penilaian Projek
· Menentukan kompetensi yang sesuai untuk dinilai melalui projek
· Penilaian projek mencakup perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan projek
· Menyusun indikator proses dan hasil belajar sesuai kompetensi
· Menentukan kriteria yang menunjukkan capaian indikator pada setiap tahapan pengerjakan projek
· Merencanakan apakah tugas bersifat individu atau kelompok
· Merencanakan teknik-teknik dalam penilaian individual untuk tugas yang dikerjakan secara kelompok
· Menyusun tugas sesuai dengan rubrik penilaian

b) Penyusunan Kisi-kisi Penilaian Projek 


c) Penyusunan instrumen (termasuk pedoman penskoran/rubrik)
Instrumen yang digunakan dalam penilaian projek harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu.
§ Kriteria Tugas
- Mengarah pada pencapaian indikator hasil belajar;
- Dapat dikerjakan oleh siswa;
- Dapat dikerjakan selama proses pembelajaran atau merupakan bagian dari pembelajaran mandiri;
- Sesuai dengan taraf perkembangan siswa;
- Memuat materi yang sesuai dengan cakupan kurikulum;
- Bersifat adil (tidak bias gender dan latar belakang sosial ekonomi); dan
- Mencantumkan rentang waktu pengerjaan tugas.
§ Kriteria Lembar Penilaian Projek
- Kemampuan pengelolaan, yaitu kemampuan siswa dalam memilih indikator/topik, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan
- Relevansi, yaitu kesesuaian dengan mata pelajaran dan indikator/topik, dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran
- Keaslian, yaitu projek yang dilakukan siswa harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap projek siswa
- Inovasi dan kreativitas, yaitu projek yang dilakukan siswa terdapat unsure-unsur baru kekinian dan sesuatu yang unik, berbeda dari biasanya
§ Kriteria Rubrik
- Dapat mengukur target kemampuan yang akan diukur (valid);
- Sesuai dengan indikator;
- Memiliki indikator yang menunjukkan kemampuan yang dapat diamati;
- Memiliki indikator yang menunjukkan kemampuan yang dapat diukur;
- Dapat memetakan kemampuan siswa; dan
- Menilai aspek-aspek penting pada projek siswa.
Berikut adalah contoh instrumen penilaian projek.


5. Pengolahan Hasil Penilaian Keterampilan
Nilai keterampilan diperoleh dari hasil penilaian praktik, produk, proyek, dan portofolio. Hasil penilaian dengan teknik praktik dan proyek dirata-rata untuk memperoleh nilai akhir keterampilan pada setiap mata pelajaran. Seperti pada pengetahuan, penulisan capaian keterampilan pada rapor menggunakan angka pada skala 0 – 100 dan deskripsi. Nilai akhir semester diberi predikat dengan ketentuan: Sangat Baik (A) 86-100; Baik(B) 71-85; Cukup (C): 56-70; Kurang (D) ≤ 55.
Penilaian keterampilan dalam satu semester dapat digambarkan dengan skema berikut: 

Penilaian dalam satu semester yang dilakukan sebagaimana disajikan pada Gambar 3.2 di atas dapat menghasilkan skor seperti dituangkan dalam Tabel 3.6.

Catatan:
Penilaian KD 4.2 dilakukan 2 (dua) kali dengan teknik yang sama, yaitu praktik. Oleh karena itu skor akhir KD 4.2 adalah skor optimum.
KD 4.3 dan KD 4.4 dinilai bersama-sama melalui penilaian proyek. Nilai yang diperoleh untuk kedua KD yang secara bersama-sama dinilai dengan proyek tersebut adalah sama (dalam contoh di atas 87).
Selain dinilai dengan proyek, KD 4.4 dinilai dengan produk. Dengan demikian KD 4.4 dinilai 2 (dua) kali, yaitu dengan produk dan proyek. Oleh karenanya skor akhir KD 4.4 adalah rata-rata dari skor yang diperoleh melalui kedua teknik yang berbeda tersebut.
Nilai akhir semester adalah rata-rata skor akhir keseluruhan KD keterampilan yang dibulatkan ke bilangan bulat terdekat.
Portofolio (yang dalam contoh ini dikumpulkan dari penilaian dengan teknik produk dan proyek digunakan sebagai sebagian data perumusan deskripsi pencapaian keterampilan
 Selain nilai dalam bentuk angka dan predikat, dalam rapor dituliskan deskripsi capaian keterampilan untuk setiap mata pelajaran. Berikut adalah rambu-rambu rumusan deskripsi capaian keterampilan.
1. Deskripsi keterampilan menggunakan kalimat yang bersifat memotivasi dengan pilihan kata/frasa yang bernada positif. HINDARI frasa yang bermakna kontras, misalnya: ... tetapi masih perlu peningkatan dalam ... atau ... namun masih perlu peningkatan dalam hal ....
2. Deskripsi berisi beberapa keterampilan yang sangat baik dan/atau baik dikuasai oleh siswa dan yang penguasaannya mulai meningkat.
3. Deskripsi capaian keterampilan didasarkan pada bukti-bukti karya siswa yang didokumentasikan dalam portofolio keterampilan. Apabila KD tertentu tidak memiliki karya yang dimasukkan ke dalam portofolio, deskripsi KD tersebut didasarkan pada skor angka yang dicapai. Portofolio tidak dinilai (lagi) dalam bentuk angka.
 
d. Pemanfaatan dan tindak lanjut hasil penilaian
1) Remedial
Pembelajaran remedial dan pengayaan dilaksanakan untuk kompetensi pengetahuan dan keterampilan. Pembelajaran remedial diberikan kepada siswa yang belum mencapai KKM, sementara pengayaan diberikan kepada siswa yang telah mencapai atau melampaui KKM. Pembelajaran remedial dapat dilakukan dengan cara:
a) pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda, menyesuaikan dengan gaya belajar siswa;
b) pemberian bimbingan secara perorangan;
c) pemberian instrumen-instrumen atau latihan secara khusus, dimulai dengan instrumen-instrumen atau latihan sesuai dengan kemampuannya;
d) pemanfaatan tutor sebaya, yaitu siswa dibantu oleh teman sekelas yang telah mencapai KKM.
Pembelajaran remedial diberikan segera setelah siswa diketahui belum mencapai KKM berdasarkan hasil PH, PTS, atau PAS. Pembelajaran remedial pada dasarnya difokuskan pada KD yang belum tuntas dan dapat diberikan berulang-ulang sampai mencapai KKM dengan waktu hingga batas akhir semester. Apabila hingga akhir semester pembelajaran remedial belum bisa membantu siswa mencapai KKM, pembelajaran remedial bagi siswa tersebut dapat dihentikan. Nilai KD yang dimasukkan ke dalam pengolahan penilaian akhir semester adalah penilaian setinggi-tingginya sama dengan KKM yang ditetapkan oleh sekolah untuk mata pelajaran tersebut. Apabila belum/tidak mencapai KKM, nilai yang dimasukkan adalah nilai tertinggi yang dicapai setelah mengikuti pembelajaran remedial. Guru tidak dianjurkan untuk memaksakan untuk memberi nilai tuntas kepada siswa yang belum mencapai KKM.
 
2) Pengayaan
Pembelajaran pengayaan dapat dilakukan melalui:
a) Belajar kelompok, yaitu sekelompok siswa diberi instrumen pengayaan untuk dikerjakan bersama pada dan/atau di luar jam pelajaran;
b) Belajar mandiri, yaitu siswa diberi instrumen pengayaan untuk dikerjakan sendiri/individual;
c) Pembelajaran berbasis tema, yaitu memadukan beberapa konten pada tema tertentu sehingga siswa dapat mempelajari hubungan antara berbagai disiplin ilmu.
Pengayaan biasanya diberikan segera setelah siswa diketahui telah mencapai KKM berdasarkan hasil PH. Mereka yang telah mencapai KKM berdasarkan hasil PTS dan PAS umumnya tidak diberi pengayaan. Pembelajaran pengayaan biasanya hanya diberikan sekali, tidak berulang-kali sebagaimana pembelajaran remedial. Pembelajaran pengayaan umumnya tidak diakhiri dengan penilaian.

Sumber bacaan
https://emtha1110.blogspot.com

Selasa, 10 Juli 2018

Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat

kita sering mendengar atau melihat tentang berbagai peristiwa dan situasi sosial lainnya baik yang terjadi di negara kita tercinta Indonesia dan yang terjadi di negara-negara lainnya, baik negara berkembang atau negara maju, kadang pula kita membandingkan negara kita dengan negara lainnya dari segi sosial, agama, politik, bahkan ada pula yang membandingkan pemimpin negara. Dalam hal-hal tertentu (tidak harus seluruhnya), barangkali tidak ada salahnya kalau kita meniru dan belajar dari mereka agar kita bisa menjadi sejajar dengan mereka , menjadi bangsa yang maju, sejahtera dan terhormat. namun sangatlah tidak bijak jika kita membandingkan hanya karena ada rasa sinisme, rasa ketidak sukaan bahkan rasa antipati dalam berbangsa dan bernegara,
Untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan suatu negara atau bangsa bukan hanya ditentukan oleh para pemimpinnya yang cerdas, tetapi juga oleh seluruh anggota masyarakatnya yang cerdas. Masyarakat hanya bisa cerdas jika seluruh anggota masyarakat mau belajar! Inilah salah satu kunci utama keberhasilan kenapa sebuah negara atau bangsa bisa maju dan sejahtera.
Laju kehidupan yang berlangsung saat ini sangat cepat, dinamis dan diwarnai dengan kompetisi yang sangat tajam, sehingga mau tidak mau menuntut setiap orang untuk senantiasa belajar agar dia memiliki kemampuan antisipatif dan adaptif untuk mencegah dan mengatasi berbagai masalah kehidupan yang serba kompleks.
Belajar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah berusaha memperoleh ilmu. Mendapatkan ilmu, pengetahuan, dan informasi bisa dilakukan oleh setiap orang, baik melalui pendidikan formal, non formal ataupun belajar secara otodidak.

Hakikat dari pendidikan itu sendiri adalah untuk memanusiakan manusia. Seorang guru memiliki amanah yang besar. Selanjutnya, apabila seorang guru keliru dalam proses pembelajaran di ruang kelas, maka hal tersebut berdampak pula kepada peserta didik, baik itu dampak positif atau negatif.
Oleh karena itu, tugas seorang guru tidak hanya sekadar menggugurkan kewajibannya sebagai pengajar. Guru tidak boleh hanya sekedar masuk kelas lalu menjelaskan materi sesuai silabus yang telah dibuatnya dan memberikan tugas kepada peserta didik, lalu keluar kelas. Hal itu dilakukan oleh guru secara berulang-ulang di ruang kelas tanpa mementingkan seberapa besar dampak proses pengajaran yang telah diberikan kepada peserta didiknya dan tanpa melihat adanya perubahan ke arah yang lebih baik dari peserta didik.
Predikat Guru yang sudah terlanjur tersematkan sebagai pahlawan tanda jasa, mestinya harus selalu menjadi cambuk agar guru dapat lebih profesional dalam mengajar, dengan predikat seperti itu guru tidak boleh merasa "cukup" dengan kekurangan yang ada, tidak boleh pula merasa jumawa atau besar kepala dengan ilmu yang telah dimilikinya.

Mengambil perkataan dari seorang guru, “Sekalipun telah menjadi guru, tetap saja guru adalah pembelajar sepanjang hayat. Maka, tidak ada lagi alasan seorang guru untuk berhenti karena lelah mengeksplorasi diri”. Artinya, seorang guru harus terus belajar mengerahkan segala potensi dan kelebihannya, salah satunya yaitu belajar dan mempelajari seluruh aspek tentang pendidikan, belajar kepada sesama guru, peserta didik, dan kepada semua kalangan. Pada saat ini ada banyak sekali komunitas yang menunjang para guru yang ingin bersama-sama terus belajar mengeksplorasi kemampuannya, salah satunya adalah Komunitas Guru Belajar (KGB) yang berada di Kabupaten Tangerang (Komunitas ini bisa diikuti oleh semua kalangan, baik yang telah menjadi guru, calon guru dan non guru, komunitas ini telah ada di beberapa daerah Indonesia).
Guru yang berhasil dan sukses dalam mendidik peserta didiknya bukan hanya dilihat dari nilai raport seorang peserta didik, akan tetapi dari karakter, perilaku, sikap dan tingkah laku peserta didik. Hal itu dapat dilakukan oleh seorang guru yang bisa memberikan pengajaran dan pembelajaran yang baik yang sesuai kondisi fisik dan psikis peserta didik. Oleh karena itu, guru harus bisa memberikan proses pengajaran dan pembelajaran yang menarik dan kreatif di ruang kelas untuk peserta didiknya. Mengapa seorang guru harus kreatif? Sebab, di zaman modern seperti ini seorang guru yang kreatif sangat diperlukan dan dibutuhkan agar proses pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik dapat diterima sesuai dengan kondisi atau keadaan peserta didik. Guru yang kreatif adalah yang bisa mengerahkan segala kemampuan yang dimilikinya yang kemudian dapat mengembangkan dan mengeskplorasi kemampuannya tersebut di ruang kelas pada peserta didiknya.
Guru yang kreatif adalah guru yang memiliki komitmen lebih untuk dirinya agar menjadi pembelajar yang baik dan menantang dirinya agar menjadi pendidik yang baik serta kreatif. Menurut Gia Ghaliyah, ada delapan ciri guru kreatif yaitu:
pertama, berpikir inovatif dan out of the box,
kedua, percaya diri dan selalu ingin berkembang,
ketiga, tidak gaptek (gagap teknologi) dan terus belajar,
keempat, selalu mencoba hal baru dan tidak gengsi,
kelima, peka menemukan talenta siswanya
keenam, pandai memanfaatkan “apa yang ada”,
ketujuh, mengajar dengan cara menyenangkan,
kedelapan, tidak berorientasi pada UANG dan STATUS semata.
Apabila seorang guru memiliki beberapa ciri guru yang kreatif seperti di atas, maka akan dengan mudah dan baik proses pembelajaran yang akan dilakukan di ruang kelas bersama peserta didiknya. Peserta didik yang memiliki ilmu yang baik dan berbudi pekerti yang luhur, bergantung dari siapa dan seperti apa pendidikan yang ia dapatkan.

Sumber bacaan :
https://kumparan.com/nia-firdayanti1528078126092/guru-pembelajar-sepanjang-hayat?ref=rel
https://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/05/16/menuju-masyarakat-belajar/

Aplikasi ABSENSI dan Administrasi 2026 /2027

Administrasi diartikan sebagai kegiatan penyusunan dan pencatatan data serta informasi (drafting and recording data + information) secara si...